Kemenhub Menilai Percepatan Pengembangan Transportasi Publik Beberapa Kota Prioritas Tunjukkan Hasil Signifikan

Selamat datang Mymoncleroutlet di Situs Kami!

Mymoncleroutlet – Pesatnya pertumbuhan transportasi pribadi, baik yang dimiliki maupun digunakan, semakin mempersulit upaya mengatasi hambatan, sehingga sektor transportasi bertanggung jawab atas 26% emisi gas rumah kaca (GRK). Kemenhub Menilai Percepatan Pengembangan Transportasi Publik Beberapa Kota Prioritas Tunjukkan Hasil Signifikan

Salah satu solusi yang dilakukan Kementerian Perhubungan adalah membantu pemerintah daerah mendorong peralihan dari mobil pribadi ke angkutan umum. Salah satunya melalui program BTS (Buy The Service) yang dijalankan oleh Bus Friends.

Program yang diluncurkan pada tahun 2020 ini telah dilaksanakan di 11 kota percontohan: Denpasar, Medan, Palembang, Bandung, Banyumas, Surakarta, Yogyakarta, Banyumas, Surabaya, Banjarmasin dan Makassar, menurut kantor berita Antara. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama pejabat Kementerian Perhubungan meluncurkan Friends of the Bus melalui program Buy The Service (BTS) Trans Semanggi Suroboyo di Balai Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (29 Desember 2021). (ANTARA/HO PHOTO-Promosi Pemkot Surabaya)

Program ini juga akan mendapat dukungan dari program Sustainable Urban Transport Indonesia – Nationally Appropriate Mitigation Measures (Sutri NAMA) dan Indonesia Bus Rapid Transit Corridor Development Project (INDOBUS) melalui kajian dan perancangan regulasi dan database, khususnya pada dua pilot project tersebut. kota. Saya menerimanya. Bandung dan Makasar Pemetaan Jalur Moko Si Jampang, Agar Bisa Blusukan Salurkan Bahan Pangan ke Permukiman

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menilai percepatan pengembangan sistem angkutan umum di beberapa kota prioritas antara lain Jakarta, Semarang, Surakarta, dan Medan telah mencapai hasil yang signifikan.

Fokus kami adalah memastikan kenyamanan pengguna bus seperti menggunakan kendaraan pribadi, sehingga terjadi perubahan moda transportasi, kata Suharto, Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat. . Oktober 2022).

Suharto mengatakan Kementerian Perhubungan saat ini mendapat dukungan dari banyak pemangku kepentingan, termasuk lembaga donor, untuk mensukseskan program pengembangan sistem transportasi umum dan memperluas cakupannya di kota-kota lain.

Ia mengatakan penggunaan angkutan umum di Indonesia masih berkisar 20%. Angka-angka ini masih tergolong rendah di wilayah seperti Malaysia dan Singapura. Layanan Sahabat Bus akan resmi mulai beroperasi di Denpasar, Bali pada Senin (9 Juli 2020). [di antara]

Sementara itu, Direktur Pelayanan Angkutan Kota Medan Iswar Lubis mengatakan Medan merupakan salah satu daerah yang mengoperasikan total 72 bus Teman melalui lima jalur pelayanan.

Program BTS yang dikelola PT Bus Transportasi Medan (Trans Metro Deli) ini berfungsi untuk mendukung mobilisasi warga Kota Medan hingga ke kawasan Belawan, Lapangan Merdeka, terminal Amplas dan Tembung.

“Saat ini pergerakan pengguna sepeda motor ke Trans Metro Deli mencapai 52 persen. Jumlah penumpang hariannya sebanyak 48.000 orang, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak,” jelas Iswar Lubis.

Perkembangan ini menggembirakan, sehingga pemerintah daerah bertekad untuk terus meningkatkan kualitas layanan guna mendorong tingkat turnover yang lebih tinggi.

Selain itu, DKI Jakarta, wilayah dengan sistem transportasi terintegrasi tercanggih di Indonesia, berbagi beberapa kiat sukses menerapkannya.

Menurut Yayat Sudrajat, Kepala Dinas Transportasi Jalan Dinas Lalu Lintas DKI Jakarta, tantangan terbesar yang dihadapi DKI Jakarta adalah mengubah kebijakan dasar manajemen lalu lintas dari yang berpusat pada mobil menjadi berpusat pada angkutan umum. Kemenhub Menilai Percepatan Pengembangan Transportasi Publik Beberapa Kota Prioritas Tunjukkan Hasil Signifikan

Reformasi yang dilakukan untuk mengatasi hal ini berbentuk struktur hierarki. Pejalan kaki mempunyai prioritas tertinggi, disusul fasilitas bagi pesepeda dan angkutan umum yang lebih baik.

Hal ini juga menghambat penggunaan angkutan pribadi, sehingga memaksa pengguna untuk beralih ke angkutan umum melalui penerapan ganjil genap dan, di masa depan, penerapan tarif jalan elektronik (ERP).

Jakarta berhasil menerapkan sistem bus rapid transit (BRT) dengan total panjang 244 km pada tahun 2020.

Yayat Sudrajat mengatakan: “Kunci utama keberhasilan di Jakarta adalah kerja sama yang erat antara pemerintah pusat, daerah, dan daerah. Tahun ini, kami menargetkan pembelian hingga 100 bus listrik agar transportasi Jakarta lebih berkelanjutan,” kata Yayat Sudrajat.